Proses pembelian secara umum mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Surat Pernyataan Keinginan (LOI): Pembeli dan penjual menyetujui persyaratan dasar dan mengonfirmasi minat secara tertulis, biasanya diperlukan deposit pertama sebesar 10%.
2. Uji Tuntas: Notaris/PPAT memeriksa kepemilikan, sertifikat tanah, perizinan, dan kemungkinan sengketa, pembebanan, dan item Uji Tuntas standar mungkin termasuk tetapi tidak terbatas pada:
3. Perjanjian Penjualan Pendahuluan Potensial (PPJB): Perjanjian pembelian yang mengikat disusun dan ditandatangani.
4. Pembayaran: Melalui rekening escrow atau langsung ke penjual secara bertahap atau pelunasan penuh, berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
5. Setelah Pembayaran: Di notaris/PPAT, hak milik; Hak Sewa, Hak Milik / Hak Pakai / HGB) secara resmi beralih dan terdaftar.
Di Indonesia, setiap transaksi properti (hak sewa, hak milik, Hak Pakai, atau HGB melalui PT PMA) harus melalui notaris/PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) yang berlisensi. Notaris bertindak sebagai pejabat resmi yang berwenang untuk menyusun, mengesahkan, dan mendaftarkan transaksi tersebut kepada pemerintah.
Biasanya, pembeli memilih notaris karena mereka perlu memastikan properti tersebut aman secara hukum. Namun, kedua belah pihak harus menyepakati notaris yang digunakan.
Biaya notaris biasanya 1% dari nilai transaksi, meskipun terkadang dapat dinegosiasikan tergantung pada kompleksitas dan ukuran transaksi.
Ya. Pembeli asing (melalui hak guna usaha atau PT PMA) dapat menggunakan notaris. Notaris akan menyediakan kontrak dwibahasa (Indonesia dan Inggris) untuk menghindari kesalahpahaman.
Hak sewa berarti Anda membeli hak untuk menggunakan properti dan tanah tersebut untuk jangka waktu tertentu (biasanya 25–30 tahun). Anda tidak memiliki tanah tersebut, tetapi Anda memegang hak penggunaan resmi, termasuk hak untuk menyewakan atau menjual properti tersebut selama sisa masa sewa.
Ketika jangka waktu yang disepakati berakhir, hak pakai berakhir. Oleh karena itu, penting untuk menegosiasikan opsi perpanjangan pada saat pembelian dan memastikannya tercatat secara sah dalam kontrak.
Ya, Anda bisa menjual vila, tetapi hanya dengan sisa masa sewa. Nilainya akan menurun seiring berkurangnya jumlah tahun sewa. Kontrak dengan opsi perpanjangan membantu mempertahankan nilai.
Hak milik berarti kepemilikan penuh (Hak Milik) atas tanah dan properti. Hak ini hanya tersedia bagi warga negara Indonesia.
Tidak, tidak secara langsung. Orang asing hanya bisa mendapatkan hak serupa melalui PT PMA (perusahaan penanaman modal asing), yang memberikan mereka Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Pakai berdasarkan status tempat tinggal (pemegang kitas).
Maksimum: 80 tahun
Syarat: PT PMA harus tetap aktif dan mematuhi persyaratan hukum.
Bagi sebagian besar pembeli asing, hak guna usaha (leasehold) adalah pilihan teraman dan termudah: terjangkau, legal, dan mudah diatur. Hak guna usaha (freehold) melalui PT PMA terutama menarik bagi investor besar yang berencana untuk tetap aktif di Bali dalam jangka panjang.
Setiap bidang tanah di Bali memiliki klasifikasi zonasi, yang menentukan jenis bangunan dan aktivitas apa yang diizinkan secara hukum. Kategori zonasi utama meliputi:
Jika Anda berencana membangun atau mengoperasikan villa untuk disewakan secara komersial, tanah tersebut harus berlokasi di kawasan pariwisata atau kawasan pariwisata.
Notaris (PPAT) memainkan peran krusial dalam transaksi properti. Sebelum menyelesaikan penjualan, notaris akan memeriksa sertifikat tanah, klasifikasi zonasinya, dan apakah properti tersebut memenuhi syarat untuk penggunaan yang dimaksudkan (misalnya, vila pribadi vs. sewa komersial). Hal ini mencegah masalah hukum setelah pembelian.
Izin Mendirikan Bangunan Gedung (IMB) adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang menggantikan IMB pada tahun 2021. Izin ini menegaskan bahwa rencana pembangunan telah sesuai dengan peraturan zonasi, kode bangunan, dan peraturan keselamatan.
Tanpa PBG, Anda tidak dapat membangun secara legal. PBG juga diperlukan untuk:
Pengajuan permohonan dilakukan melalui sistem OSS pemerintah, biasanya dengan bantuan agen, arsitek, atau notaris. Anda memerlukan dokumen kepemilikan, gambar arsitektur, dan perhitungan teknis. Permohonan akan ditinjau oleh Dinas PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).
SLF (Sertifikat Laik Fungsi) merupakan bukti bahwa suatu bangunan telah dibangun dengan baik, sesuai dengan fungsi yang dimohon, dan aman untuk digunakan.
SLF wajib untuk penggunaan komersial (villa sewaan, hotel, restoran, kantor). Untuk penggunaan hunian pribadi, SLF tidak selalu diwajibkan, tetapi sangat disarankan.
Setelah konstruksi selesai, permohonan diajukan melalui sistem OSS. Dokumen yang diperlukan meliputi:
Ya, melalui proses yang disebut regularisasi. Anda akan memerlukan gambar kerja dan inspeksi teknis. Pihak berwenang mungkin memerlukan modifikasi dan dapat mengenakan denda.
Ini adalah prosedur legalisasi untuk properti yang dibangun tanpa izin yang sah. Anda harus mengajukan permohonan PBG terlebih dahulu, kemudian SLF. Proses ini memakan waktu lebih lama dan lebih mahal.
FAQ ini membantu investor di Bali memahami perbedaan antara membeli vila off-plan (belum dibangun) dan vila yang sudah ada. Kami membahas manfaat, risiko, kualitas, struktur pembayaran, dan jaminan agar Anda dapat membuat keputusan yang tepat.
Vila off-plan adalah properti yang Anda beli sebelum dibangun. Pembayaran biasanya dilakukan secara mencicil selama fase konstruksi. Jenis pembelian ini seringkali memungkinkan Anda mendapatkan harga awal yang lebih rendah dan dalam beberapa kasus memengaruhi desain dan penyelesaiannya.
Bagaimana cara kerja rencana pembayaran untuk vila off-plan?
Biasanya, pembeli membayar uang muka sebesar 10% kepada notaris setelah penandatanganan. Sisa pembayaran dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan perkembangan pembangunan (misalnya: penyelesaian pondasi, struktur, atap, dan finishing). Jadwal pastinya dapat bervariasi, tergantung pengembang.
Kualitas konstruksi di Bali sangat bervariasi. Beberapa proyek dibangun dengan standar tinggi, sementara yang lain mungkin cepat menunjukkan kerusakan. Kualitas tidak hanya memengaruhi nilai properti dalam jangka panjang, tetapi juga biaya perawatan dan kepuasan penyewa atau pembeli. Vila berkualitas buruk dapat menyebabkan biaya yang lebih tinggi dan keuntungan yang lebih rendah.
Kebanyakan pengembang di Bali biasanya menawarkan:
Garansi lebih pendek atau tidak ada sama sekali untuk finishing dan instalasi (listrik, pipa, pengecatan).
Pengembang profesional terkadang memberikan jaminan tambahan, tetapi ini merupakan pengecualian, bukan aturan. Sangat penting untuk memastikan semua jaminan dinyatakan dengan jelas dalam kontrak.
Karena jaminan terbatas, reputasi dan pengalaman pengembang adalah kuncinya. Pengembang yang andal harus mampu menunjukkan:
Seorang pembangun tanpa pengalaman yang terbukti akan meningkatkan risiko secara signifikan.
Di bawah ini Anda akan menemukan jawaban atas pertanyaan yang paling sering diajukan tentang tiga model sewa utama di Bali: tahunan, bulanan, dan jangka pendek (Airbnb/sewa harian).
Sewa tahunan berarti satu penyewa menyewa properti selama satu tahun (atau lebih). Di Bali, pembayaran sewa tahunan seringkali dilakukan di muka untuk satu tahun penuh. Sewa tahunan memberikan keamanan dan minim pengelolaan, tetapi menghasilkan pendapatan yang lebih sedikit dibandingkan dengan sewa jangka pendek.
Ekspatriat dan keluarga yang tinggal di Bali dalam jangka panjang.
Sewa bulanan berarti properti disewakan per bulan. Model ini populer di kalangan nomaden digital dan pelarian musim dingin yang tinggal di Bali selama beberapa bulan.
Pengembara digital, pekerja jarak jauh, dan pengunjung jangka panjang.
Model ini beroperasi melalui platform seperti Airbnb, Booking, Agoda, atau OTA lainnya. Properti disewakan per malam kepada wisatawan, menghasilkan pendapatan tertinggi per malam.
Wisatawan dan wisatawan yang mencari persewaan vila atau rumah sementara.
Sewa jangka pendek melalui Airbnb biasanya menghasilkan keuntungan tertinggi, tetapi juga memiliki biaya dan beban kerja tertinggi. Sewa bulanan memberikan keseimbangan yang baik antara fleksibilitas dan profitabilitas. Sewa tahunan menawarkan keamanan tertinggi tetapi menghasilkan keuntungan terendah.
Tidak, aturannya adalah berbeda:
Dalam praktiknya, banyak investor menggunakan strategi ganda:
Ya, tetapi hanya jika Anda memiliki izin usaha yang sah (seperti Pondok Wisata atau melalui PT PMA dengan izin yang sesuai). Tanpa izin ini, Anda tidak diperbolehkan secara hukum untuk menjalankan usaha. persewaan jangka pendek.
Catatan: Untuk sewa bulanan atau tahunan, aturannya berbeda. Ini diperlakukan sebagai perjanjian sewa pribadi dan umumnya tidak memerlukan izin komersial. Namun, vila Anda tetap harus memiliki izin yang sah. PBG (izin mendirikan bangunan), Dan SLF (sertifikat operasional) direkomendasikan.
Kami menyediakan layanan manajemen properti lengkap, termasuk:
Sebagai pemilik, Anda tidak perlu khawatir tentang operasional sehari-hari, kami yang mengurus semuanya.
Tergantung pada paket dan jenis villa, kami mengenakan biaya:
Ini termasuk pembersihan, check-in, layanan tamu, dan promosi.
Umumnya, pemilik menerima 75–85% dari pendapatan sewa kotor, setelah dikurangi komisi dan biaya manajemen. Villas of Bali menyediakan laporan bulanan atau triwulanan dengan ikhtisar detail hunian, pendapatan, dan pengeluaran.
Ya. Villas of Bali menawarkan solusi yang sepenuhnya bebas khawatir. Kami mengelola vila Anda seperti vila kami sendiri, dengan tim profesional, dukungan teknis, layanan kebersihan, dan komunikasi tamu. Ini ideal bagi pemilik atau investor asing yang ingin menikmati keuntungan tanpa repot.
Tim kami memastikan:
Kami juga menjadwalkan pemeliharaan berkala seperti servis kolam renang, pembersihan AC, dan perawatan taman.
Pemilik tetap bertanggung jawab secara hukum, tetapi kami memberi saran dan menghubungkan Anda dengan konsultan pajak profesional.
Karena ini adalah cara termudah dan paling efisien untuk mengoperasikan villa tanpa kehadiran fisik, tanpa mengajukan KITAS atau tanpa membuat PMA yang secara legal dapat mengoperasikan bisnis ini.
Menangani:
Ya, villa Anda harus memiliki izin yang sah PBG (izin mendirikan bangunan) ke SLF (sertifikat operasional)Perusahaan manajemen membantu mengamankan dan memeliharanya untuk memastikan operasi yang sah.
Rata-rata, biayanya adalah 15%–25% dari pendapatan sewa, tergantung pada perusahaan dan paket layanan yang dipilih.
Ya, sebagian besar kontrak memperbolehkan pemilik menginap, asalkan hal ini diatur terlebih dahulu dengan perusahaan manajemen.
Tentu saja. Bahkan, ini adalah solusi ideal bagi investor internasional. Anda menerima pendapatan sementara perusahaan manajemen menangani semua operasi secara lokal.
Bali adalah salah satu dari sedikit tujuan yang menggabungkan daya tarik wisata kelas dunia dengan peluang investasi properti dengan hasil tinggi.
Wawasan investor: Tidak seperti pasar Eropa yang jenuh, Bali menawarkan keuntungan pasar negara berkembang dengan daya tarik destinasi global.
Ya – pariwisata adalah tulang punggung perekonomian Bali, dan terus tumbuh:
Hotspot: Canggu, Seminyak, Uluwatu, Ubud hunian hampir penuh sepanjang tahun.
Wawasan investor: Sewa harian di kawasan wisata utama menjamin omzet tinggi & puncak laba musiman.
Bali telah berubah menjadi pusat ekspatriat jangka panjang sekaligus tujuan kerja jarak jauh.
Rincian demografi berdasarkan wilayah:
Wawasan investor: Ekspatriat mendorong permintaan sewa bulanan dan tahunan, menciptakan arus kas yang stabil bahkan di luar musim puncak turis.
Bali unik karena melayani tiga pasar sewa secara bersamaan:
Wawasan investor: Sebuah vila dapat mengubah strategi antar pasar (harian, bulanan, tahunan) tergantung pada permintaan, menjadikannya salah satu aset properti paling fleksibel di seluruh dunia.
Ya – terutama di kawasan yang sedang berkembang dan segmen mewah.
Wawasan investor: Penggerak awal di area berkembang seperti Bingin dan Uluwatu mendapat keuntungan dari apresiasi modal + pendapatan sewa.
Wawasan investor: Dibandingkan dengan pasar berkembang lainnya, Bali stabil, teregulasi, dan diakui secara global.
Pemerintah dan sektor swasta Bali berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur dan gaya hidup:
Wawasan investor: Infrastruktur yang baik berarti nilai tanah yang lebih tinggi. Kawasan seperti Bingin saat ini sama seperti Canggu 8 tahun yang lalu.
Intinya: Bali menggabungkan gaya hidup, profitabilitas, dan potensi pertumbuhan yang tidak dimiliki beberapa destinasi lain di dunia.
Canggu adalah pusat paling trendi di Bali, populer untuk berselancar, bekerja bersama, kafe, dan sekolah internasional. Canggu menarik beragam wisatawan, mulai dari nomaden digital, profesional muda, peselancar, hingga keluarga.
Sewa tahunan: Populer di kalangan keluarga, berkat sekolah di dekatnya.
Saran investor: Salah satu daerah Bali yang paling menguntungkan, meskipun persaingannya tinggi.
Terutama wisatawan liburan, keluarga, pasangan, dan pelancong mewah.
Strategi penyewaan mana yang paling berhasil di Seminyak?
Restoran kelas atas, belanja butik, spa, kehidupan malam, dan akses bandara yang mudah.
Saran investor: Terbaik untuk investasi sewa liburan dekat pantai dan restoran.
Kota ini menawarkan ombak selancar kelas dunia, tebing-tebing yang dramatis, resor mewah, dan fasilitas kesehatan/retret baru. Komunitas ekspatriat dan wirausahawan terus berkembang.
Sewa tahunan: Terbatas, tetapi berkembang dengan sekolah dan infrastruktur baru.
Saran investor: An pasar pertumbuhan yang sedang berkembang dengan potensi yang kuat untuk persewaan mewah.
Keluarga, pensiunan, dan ekspatriat jangka panjang yang mencari gaya hidup yang lebih tenang.
Model sewa apa yang paling cocok di Sanur?
Sekolah dan fasilitas apa saja yang ada di Sanur?
Saran investor: A pasar yang stabil dan dapat diandalkan, sangat cocok untuk disewakan tahunan di dekat sekolah dan pantai.
Ini adalah pusat spiritualitas, yoga, dan kehidupan ramah lingkungan di Bali. Banyak nomaden, seniman, dan keluarga pindah ke sini karena gaya hidupnya.
Sewa tahunan: Populer di kalangan keluarga yang pindah ke Sekolah Hijau.
Saran investor: Vila yang dikaitkan dengan kebugaran, retret, atau konsep ramah lingkungan memiliki kinerja terbaik.
Di daerah seperti Lovina (Utara), Amed/Sidemen (Timur), dan Tabanan (Barat), pariwisata lebih terbatas.
Saran investor: Terbaik untuk apresiasi tanah jangka panjang dan harga masuk yang terjangkau.
Prosesnya dimulai dengan perolehan tanah. Karena orang asing tidak dapat memiliki tanah secara langsung, hal ini biasanya diatur melalui perjanjian sewa (25–30 tahun, dengan opsi perpanjangan). Notaris akan memeriksa status kepemilikan tanah, zonasi (pariwisata, perumahan, zona hijau), dan keabsahan sewa.
Kiat investor: Selalu pastikan bahwa setidaknya tersisa 25 tahun masa sewa pada saat vila selesai dibangun, jika tidak, nilai properti akan turun secara signifikan.
Ya. Bahkan dengan kontraktor yang baik sekalipun, pengawasan tetap penting. Konstruksi di Bali seringkali kurang terstruktur dibandingkan di Eropa, dan sangat bergantung pada kepercayaan. Perubahan seringkali dilakukan di lokasi tanpa sepengetahuan pemilik.
Jika Anda tidak tinggal di Bali, sewalah supervisor tepercaya untuk melakukan inspeksi secara berkala. Tanpa ini, keterlambatan, pembengkakan anggaran, dan kualitas buruk hampir pasti terjadi.
Singkatnya, pemilik harus tetap terlibat aktif untuk memastikan standar yang tepat.
Pilihan mana yang lebih cepat?
Jika Anda menginginkan keuntungan cepat, membeli villa yang sudah jadi lebih aman.
Wawasan akhir: Bagi sebagian besar investor asing, membeli vila yang sudah jadi adalah pilihan yang lebih aman dan lebih terprediksi. Mengembangkan sendiri bisa sangat menguntungkan, tetapi hanya dengan tim yang tepat, pengawasan yang ketat, dan pengetahuan lokal yang kuat.
Kiat investor: Beli rencana yang sudah 50 atau 75% selesai dengan harga terjangkau.
Panduan ini memberikan gambaran umum tentang izin tinggal utama (visa dan KITAS) yang tersedia bagi investor asing di Bali. Panduan ini menjelaskan pilihan mana yang cocok untuk berbagai jenis investor, persyaratan sewa properti, dan pilihan bagi mereka yang tidak tinggal permanen di Bali.
KITAP: Izin tinggal tetap tersedia setelah 5 tahun memegang KITAS.
Tidak selalu. Jika Anda hanya pemegang saham dan tinggal di luar negeri, Anda tidak memerlukan KITAS. Anda hanya memerlukan KITAS jika Anda juga ingin tinggal di Bali atau ambil sebuah peran aktif dalam bisnis.
KITAS Kerja: Untuk ekspatriat yang bekerja dalam peran pekerjaan aktif, seperti mengelola penyewaan atau operasi.
Tidak. Visa Bisnis hanya untuk riset pasar, pertemuan, dan jaringan. Tidak mengizinkan operasi penyewaan properti atau aktivitas bisnis aktif.
Ya, tapi hanya tidak langsungAnda tidak dapat bekerja atau mengelola bisnis secara aktif. Anda dapat berinvestasi secara pasif, misalnya dengan memiliki vila berdasarkan perjanjian sewa.
Sewa jangka pendek (Airbnb/Booking.com): Memerlukan PT PMA + SLF (sertifikat fungsional). Pemilik menggunakan KITAS Investor, dan pengelola aktif menggunakan KITAS Kerja.
Pengaturan ini umum untuk investor pasif, yang mengandalkan perusahaan manajemen vila profesional untuk penyewaan, pemasaran, pemesanan, dan pemeliharaan.
Intinya bagi investor:
Jika Anda adalah investor asing di luar negeri, tidak perlu KITAS; beroperasi melalui PT PMA dengan Perusahaan manajemen lokal
Membeli tanah di Bali adalah proses yang rumit dan memakan waktuRata-rata, dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan hingga satu tahun dari pencarian awal hingga pembelian akhir. Di bawah ini Anda akan menemukan pertanyaan dan jawaban yang paling sering diajukan.
Rata-rata, proses dari pencarian lahan yang tepat hingga penyelesaian pembelian memakan waktu sekitar 6 bulan hingga 1 tahun. Hal ini disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan untuk negosiasi, uji tuntas hukum, dan penyelesaian perjanjian sewa atau pembelian.
Meskipun tersedia banyak lahan di pasaran, hanya sebagian kecil yang memiliki zonasi yang tepat dan status hukum yang jelas. Negosiasi dengan pemilik lahan juga bisa memakan waktu lama, bahkan berbulan-bulan.
Sewa minimum yang direkomendasikan adalah 25 tahun setelah proyek atau villa selesaiJangka waktu yang lebih pendek langsung mengurangi nilai vila dan membuat penjualan kembali lebih sulit.
Ya. Kontrak sering kali mencakup opsi untuk memperpanjang, tetapi sangat penting bahwa keduanya syarat dan harga disepakati sebelumnya. Tanpa ini, perpanjangan di masa mendatang bisa mahal atau tidak pasti.
Semakin lama sewa, semakin baik nilai jual kembali dan keamanan pasarOpsi perpanjangan yang jelas dengan harga tetap memberikan kepastian tambahan bagi investor.
ROI yang realistis adalah sekitar Pengembalian modal 8 tahun, sama dengan kira-kira 12.5% per tahunNamun, pengembalian sangat bergantung pada lokasi, model sewa, dan kualitas vila.
Ukuran plot juga menentukan berapa banyak villa atau unit dapat dibangun di atasnya.
Di atas ambang batas ini, nilai jual kembali villa seringkali tidak meningkat secara proporsionalIni berarti margin keuntungan Anda menyusut, dan penjualan kembali menjadi kurang menarik.
Wawasan investor: Akuisisi lahan di Bali membutuhkan kesabaran, pemeriksaan hukum yang menyeluruh, dan perencanaan keuangan yang cermat. Meskipun pasar menawarkan potensi ROI yang baik, hanya lahan dengan zonasi yang baik dan kontrak yang aman yang akan memiliki nilai jangka panjang.
Karena banyak villa yang dibangun dengan standar konstruksi yang rendahMasalah sering muncul terkait kedap air, listrik, drainase, dan daya tahan material. Vila berkualitas tinggi akan menonjol di pasaran, mendapatkan ulasan yang lebih baik, membutuhkan lebih sedikit perawatan, dan mencapai tingkat hunian yang lebih tinggi.
Lokasi sangat menentukan harga sewa dan tingkat hunianSebuah villa dengan ukuran yang sama dapat menghasilkan menggandakan pendapatan jika berada di lokasi utama. Faktor-faktor seperti kedekatan dengan pantai, restoran, sekolah internasional, atau pusat spiritual membuat perbedaan yang signifikan.
Memang benar banyak kompleks villa baru yang dibangun, terutama di Canggu ke Uluwatu, yang menciptakan persaingan yang ketat. Untuk menonjol, fokuslah pada:
Sebuah villa dengan kualitas tinggi dan lokasi utama tidak hanya menghasilkan pendapatan sewa yang lebih tinggi tetapi juga mempertahankan nilai jual kembali.
Ini menghasilkan ROI yang lebih stabil dan keuntungan menarik saat dijual kembali.
Wawasan investor: Di pasar villa yang kompetitif di Bali, kualitas dan lokasi adalah dua faktor kunci yang secara langsung memengaruhi profitabilitas, hunian, dan nilai jangka panjang.
Ya. Hampir semua vila di Bali mempekerjakan staf untuk kebersihan, berkebun, dan seringkali keamanan. Biayanya berkisar dari Rp 3–6 juta per staf per bulan, tergantung pada pengalaman dan jam kerja.
Perawatan umum vila: Adalah bijaksana untuk menyisihkan 5–10% dari pendapatan sewa tahunan untuk perbaikan dan pemeliharaan utama (atap, AC, furnitur, pompa air).
Ya. Hampir setiap desa membutuhkan kontribusi banjar (iuran banjar), yang mencakup pengumpulan sampah, upacara, keamanan, dan infrastruktur desa. Hal ini biasanya Rp 100,000 – 300,000 per bulan, kadang-kadang termasuk dalam sewa.
Izin ini melibatkan biaya pembaruan tahunan atau biaya penanganan melalui notaris/agen.
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB): biasanya rendah, beberapa juta rupiah per tahun tergantung pada nilai vila.
Internet dan Televisi: Rp 350,000 hingga 1,000,000 per bulan tergantung paket.
Sangat direkomendasikan. Meskipun tidak standar di Bali, asuransi kebakaran dan isi Memberikan perlindungan penting terhadap risiko-risiko besar. Biaya bergantung pada cakupan.
Perusahaan manajemen profesional biasanya mengenakan biaya 15–25% dari pendapatan sewaIni mencakup pemasaran, pemesanan, layanan tamu, pemeliharaan, dan administrasi.
Wawasan investor: Banyak pembeli meremehkan biaya operasional. Mempertimbangkannya sejak awal memastikan ekspektasi ROI yang realistis dan menghindari kejutan.
FAQ ini menjawab pertanyaan paling umum dari ekspatriat dan keluarga yang berencana menetap di Bali. FAQ ini mencakup area perumahan populer, sekolah internasional, layanan kesehatan, dan fasilitas yang tersedia untuk dewasa dan anak-anak.
Komunitas ekspatriat terbesar ada di Canggu, Ubud, Seminyak, Sanur, dan Uluwatu. Setiap orang memiliki gaya hidupnya sendiri: dari budaya selancar yang trendi dari Canggu ke suasana tenang dan ramah keluarga dari Sanur.
Canggu adalah pilihan utama bagi para nomaden digital, pekerja lepas, dan profesional muda. Fitur-fiturnya:
Keluarga sering kali lebih memilih:
Ubud – berorientasi pada alam, dengan komunitas ekologi yang kuat dan kegiatan kreatif untuk anak-anak.
Ekspatriat menikmati berbagai kemudahan modern:
Bali semakin ramah keluarga, menawarkan:
Ya. Ada beberapa klinik dan rumah sakit berstandar internasional di Canggu, Sanur, dan DenpasarBanyak ekspatriat juga menggunakan asuransi internasional untuk liputan di Bali dan luar negeri.
Ya, tapi ada batasannya. Bali memiliki beberapa klinik dan rumah sakit berstandar internasional (BIMC, Siloam, Kasih Ibu, Prima Medika), yang memiliki peralatan lengkap untuk sebagian besar kasus. Untuk keadaan darurat serius atau operasi, ekspatriat sering memilih Thailand, Singapura or Australia untuk jarak dekat.
Ya. Layanan kesehatan lokal terjangkau untuk perawatan kecil, tetapi perawatan berstandar internasional mahal. Ekspatriat sangat disarankan untuk memiliki:
Wawasan Investor/Keluarga: Evakuasi ke Singapura dapat memakan biaya Rp 20,000–50,000 tanpa asuransi.
Dokter panggilan:Banyak klinik internasional menawarkan kunjungan rumah.
Menginap di rumah sakit (kamar pribadi): Rp 3M – 7M per malam (€200–450).
Meminta evakuasi medis ke Thailand, Singapura (penerbangan 90 menit) atau Australia (5–6 jam).
Ya, kecuali asuransi Anda memiliki perjanjian penagihan langsungSelalu bawa:
Ringkasan:
Keluarga dengan anak-anak harus memastikan perawatan anak dan jadwal vaksinasi diatur sebelum pindah.
